• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Komisi Remaja, yang disingkat “KOREM” atau “SIREM” sebutan anak-anak remaja GKY BSD, telah berjalan di dalam penyertaan Tuhan selama kurang lebih 18 tahun. 
Tahun 1997, empat tahun setelah GKJMB BSD (baca: GKY BSD) berdiri, merupakan tahun lahirnya KOREM. Tujuan dibentuknya KOREM agar anak-anak remaja yang duduk di bangku SMP sampai dengan SMA mampu terjangkau sehingga dapat lebih mengenal Tuhan, membangun fondasi iman yang kokoh dalam Kristus, dan menjadi anak-anak yang hidup taat pada firman Tuhan.
Dimulai dengan 12 anak remaja, komisi ini sekarang telah berkembang menjadi 172 anak remaja terdaftar dengan kehadiran rata-rata 130 anak (73% dari anak terdaftar) setiap minggunya. Karena jumlah jemaat telah menjadi sedemikian banyak dan ukuran ruangan yang terbatas, maka pada tanggal 7 Oktober 2012 pertama kalinya kebaktian KOREM dibagi menjadi dua kali di hari Minggu. Kebaktian pertama dimulai pukul 07.00, sedangkan kebaktian kedua dimulai pukul 09.30, keduanya mengikuti jadwal kebaktian umum GKY BSD. Dalam setiap kebaktiannya, anak-anak remaja memuji dan memuliakan Tuhan bersama, namun ketika memasuki sesi firman Tuhan, anak-anak tunas remaja (kelas 7 dan 8) dipisahkan dengan anak-anak yang lain untuk mendapatkan pembinaan Tuhan bersama, namun ketika memasuki sesi firman Tuhan, anak-anak tunas remaja (kelas 7 dan 8) dipisahkan dengan anak-anak yang lain untuk mendapatkan pembinaan khusus.
Saat ini, kepengurusan KOREM dibina langsung oleh GI. Edy Gurning dan GI. Junia Purnomo, beserta majelis sub bidang pelayanan remaja dan pemuda, yaitu Pak Boedi Tjusila. Dalam kepengurusannya, mereka dibantu oleh 6 laoshi pembimbing remaja. KOREM sendiri memiliki organisasi yang diketuai oleh Christian Stanley. Anggota pengurus lainnya berjumlah 11 orang. Mereka bertanggung jawab atas bidang masing-masing seperti: Bidang Ibadah, Persekutuan, Pembinaan, Diakonia, Pekabaran Injil, Perlengkapan, juga Sekretaris dan Bendahara. Jemaat yang duduk di kelas 9 sampai 11 mendapat kesempatan untuk melayani sebagai pengurus. Biasanya ketua diajukan bedasarkan usulan dan rekomendasi para pembina, pembimbing, dan pengurus periode sebelumnya.
Untuk mencapai tujuannya, KOREM memiliki beberapa program kerja yang dijalankan, yaitu antara lain:
  • CPR (Confession, Pray & Read Bible) [1 bulan 1x] dilaksanakan setiap minggu keempat dengan konsep kelompok kecil.
  • Basket & Futsal [1 bulan 1x]
  • Pekan Remaja Liburan [1 tahun 1x] berlangsung selama 3 hari dengan konsep 2 hari pertama seminar kapita selekta dan hari terakhir kebaktian padang.
  • Retreat [2 tahun 1x]
  • Camping [6 tahun 1x]
  • Training Pelayan Mimbar dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan.
Dengan menjadi bagian dalam KOREM, anak-anak remaja mampu mengembangkan kemandirian mereka. Kemampuan bersosialisasi mereka akan diasah melalui kebersamaan dan relasi yang terjalin antara teman, pembimbing, dan pembina di KOREM. Tema khotbah yang disampaikan di atas mimbar juga relevan dengan kebutuhan dan gaya anak-anak remaja. Dan terlebih lagi, para pembimbing dan pembina selalu mendorong anak-anak remaja untuk mengambil bagian dalam pelayanan untuk melatih diri memuliakan nama Tuhan sejak dini.

TESTIMONI 

Saya bergabung di KOREM saat saya lulus SD dan mulai bertumbuh sejak itu. Saya mendapat banyak teman seiman yang juga membantu saya menjadi orang yang lebih baik lagi. Laoshi Edy dan Laoshi Junia juga sangat memperhatikan remaja-remaja yang beribadah di KOREM dengan melakukan pembesukan kepada teman–teman  yang lama tidak hadir atau sakit. Semoga KOREM bisa menjadi wadah remaja bertumbuh dan mengenal Kristus lebih dalam lagi kedepannya! (Christian Stanley)
Aku mau sharing dikit tentang KOREM. Dulu waktu awal masuk SMP kelas 7, datang ke KOREM, isinya banyak kakak kelas, keliatannya seru banget. Tapi kenyataannya aku belum merasakan itu semua saat itu. Tapi mulai berjalannya tahun kedua, tahun ketiga, aku bergabung di KOREM, ga tau gimana ada satu titik dimana pertumbuhan dan kebersamaan itu sangat bisa aku rasain. Aku bisa bertumbuh, sampai akhirnya aku juga memutuskan untuk ikut pelayanan. Adanya kebersamaan dan rasa kekeluargaan di KOREM juga membentuk komunitas yang saling mendukung dan bertumbuh bersama. (Josephine Darmawan) 
Dari awal aku masuk KOREM sampe sekarang ini udah banyak banget perubahan yang aku rasain. Awal masuk masih malu-malu dan ga kenal siapa-siapa. Tapi seiring berjalannya waktu semakin berasa berkat Tuhan, seperti contoh dari takut ngomong di depan belajar jadi WL. SIREM sudah aku anggap keluarga sendiri. Teman-teman dan laoshi-laoshinya enjoyable dan friendly. (Cheryl Aldora)

(Liputan Khusus oleh Tim Nafiri - Buletin NAFIRI ed. Desember 2016 - Nico Tanles Tjhin)

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

2016: Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M) • 2017: Gereja yang Menjadi dan Menjadikan Murid • 2018: Diperlengkapi sebagai Murid Kristus

Acara Gerejawi