• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pada bulan April ini (2016), PPMT Mintin melaksanakan sebuat program yang dinamai MILITAN (Singkatan dari: Melayani, Melatih, dan Menyejahterakan). Program ini dimaksudkan sebagai pelatihan bagi pemimpin gereja (rohaniwan) di desa atau dusun terpencil yang memiliki populasi orang Kristen cukup banyak. Program ini diselenggarakan dengan kesadaran bahwa upaya untuk peningkatan, pengembangan, dan pemberdayaan masyarakat desa diperlukan pendekatan secara terpadu dan holistis; yang mencakup pelatihan untuk pertumbuhan rohani dan pelatihan karakter, dan dikombinasikan dengan pelatihan ketrampilan di bidang pertanian dan peternakan, serta pelatihan kewirausahaan. Progam ini diharapkan mampu membantu para pemimpin gereja dan rohaniwan di pedesaan sehingga mampu menjadi agen guna menyejahterakan masyarakat setempat.

Program MILITAN yang diselenggarakan selama empat puluh hari ini memenuhi misi panggilan Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius 28:19-20) dan mandat budaya (Kejadian 2:15)

Pada tanggal  7 April 2016, di langit  Borneo yang biru, sebuah tarian Dayak menyambut pembukaan program MILITAN PPMT Mintin angkatan pertama yang berlokasi di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 22, Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Doa peresmian dimulainya program MILITAN PPMT Mintin dipimpin oleh Ketua Sinode GKY, Pdt. Freddy Lay, yang segera melanjutkan pembukaan tirai papan nama PPMT bersama dengan Bapak Tjiandra Widjaja Wong (Ketua Bidang Misi Sinode GKY), Pdt. Joni Sugicahyono (Gembala Sidang GKY BSD), dan Bapak Handi Widjaja (Ketua Majelis GKY BSD).

Peresmian angkatan pertama program MILITAN yang merupakan kependekan dari “Melayani, Melatih dan Mensejahterakan” itu dihadiri oleh Badan Pengurus dan hamba-hamba Tuhan Sinode GKY, Gembala Sidang dan Majelis Jemaat GKY BSD, Sinode gereja–gereja sahabat, Penyelenggara Kristen Kabupaten Pulang Pisau, Kepala Desa Mintin, Kepolisian setempat;  Tokoh-Tokoh masyarakat dan 33 orang peserta pelatihan  yang berasal dari GBI Mintin, GMII, Gereja Sidang Jemaat Allah, GBIS, Gereja Bethel Apostolic Propetik, Gereja Kemah Injil Indonesia, Lembaga Pelayanan Injil Gereja Toraja, GKE; serta beberapa pengurus dan jemaat GKY BSD.
Setelah upacara pembukaan tirai papan nama PPMT - Mintin, seluruh tamu undangan disambut dengan  tarian Dayak menuju lokasi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Pdt. Freddy Lay, Pdt. Bambang Nugroho (Sekum Sinode GKY), Bapak Tjiandra Widjaja Wong, Pdt. Haryanto Khouw , Pdt. Joni Sugicahyono, Bapak Handi Widjaja, Bapak Dicky Laksono (Ketua Bidang Misi GKY BSD), Pdt. Aprilianto Rumbun (Penyelenggara Kristen Kabupaten Pulang Pisau), dan Bapak Rusmagau (Kepala Desa Mintin). Setelah menyaksikan pengguntingan pita seluruh tamu undangan dan peserta pelatihan memasuki ruang ibadah mengikuti Ibadah Pembukaan. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Freddy Lay dengan pesan, “Keberadaan kita di dunia ini bukan sesuatu yang berlebihan, yang boleh ada atau tidak ada, tetapi keberadaan kita di dunia ini adalah merupakan Terang dan Garam yang akan memuliakan Allah di Sorga.”

Usai firman Tuhan dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Pdt. Joni Sugicahyono dan pemutaran video profil  pelayanan dan penyelenggaraan PPMT di wilayah lain di Indonesia serta kesaksian dari alumni peserta PPMT wilayah lain yang turut menguatkan dan menyemangati peserta program MILITAN PPMT- Mintin.

Strategi yang diterapkan pada program MILITAN ini secara umum adalah:

  1. Diprioritaskan di daerah kantong Kristen.
  2. Fokus kepada para pemimpin gereja di pedesaan/ pedalaman.
  3. Berfungsi meng-upgrade dan memaksimalkan mereka secara holistis (aspek rohani dan jasmani).
  4. Meningkatkan kesejahteraan mereka, supaya menduplikasikan kepada jemaat yang dilayani.
  5. Melatih dalam keahlian yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perikanan  yang sesuai dengan keunggulan daerah lokal setempat.
  6. Melakukan follow-up dan pendampingan sebagai langkah kongkrit pengembangan alumni setelah mendapatkan pelatihan.
  7. Melalui pelayanan program MILITAN ini, sinode-sinode di kantong Kristen dapat dipersatukan.

Bapak Dicky Laksono  menambahkan dan menegaskan bahwa dalam penerimaan peserta pelatihan, dilakukan seleksi yang ketat meliputi:

  1. Setiap peserta adalah pemimpin gereja setempat. Setiap jemaat mengirimkan dua atau tiga peserta supaya dapat saling mendukung.
  2. Setiap peserta yang ikut pelatihan harus memiliki lahan sendiri dan lahan yang digarap yang dapat diusahakan baik untuk pertanian atau peternakan atau perikanan.
  3. Lokasi peserta saling berdekatan, selain memudahkan follow up setelah pelatihan juga memudahkan peserta saling memberi semangat dan tukar informasi, serta mobilisasi dan pengangkutan hasil panen. Keberhasilan program pada dasarnya adalah keberhasilan komunitas/bukan individual.

Kurikulum program MILITAN meliputi:

  1. Spirituality-Based Training, sebuah pelatihan keterampilan untuk mengembangkan spritualitas dan karakter peserta.
  2. Leadership-Based Training, sebuah pelatihan keterampilan untuk pengembangan kepemimpinan dan memperkuat     keterampilan pelayanan.
  3. Skill-Based Training, sebuah pelatihan keterampilan untuk pertanian, perternakan, dan perikanan.
  4. Enterpreneurship-Based Training,  sebuah pelatihan keterampilan untuk mengembangkan kewirausahaan terpadu dan kemandirian finansial.

Fasilitator/pengajar program MILITAN angkatan pertama  ini dibawakan oleh Haggai Institute Indonesia, Langham Preaching Indonesia juga hamba-hamba Tuhan antara Lain: Pdt. Joni Sugicahyono, Pdt. Haryanto Khouw, Pdt. Sepnath “Cheppy” Tupamahu, Pdt. Habel Paidjo, Pdt. Totok Yhoedasetyo, GI. Chandra Arifin, GI. I Wayan, dan juga anak-anak Tuhan yang terbeban dan berintegritas antara lain: Bapak Saut Sitompul (motivator), Bapak Sutimin, Bapak Pollung Siagian, Bapak Kartiarso, Bapak Eddy Kristianto, Bapak Chandra Wijaya, Bapak Suwito Rahardjo, Bapak Andreas Sujono, Bapak Agata Paradiso, Bapak Rajumi Sitompul, dan lainnya.

Upacara penyematan rompi dan topi sebagai tanda penerimaan peserta program MILITAN Angkatan Pertama  dilakukan Pdt. Freddy Lay, Pdt. Bambang Nugroho, Bapak Tjiandra Widjaja Wong, Pdt. Joni Sugicahyono, Bapak Handi Wijaya, dan Bapak Dicky Laksono kepada perwakilan peserta yakni Pdt. Cuanly dari GBI Mintin, Pdt. Yosep dari GBAP, Pdt. Samuel Situmorang dari GBIS, Pdt. Stevan dari GSJA, Pdt. Wahyu Parangrang dari LPIGT, dan Pdt. Petrus Ndun dari GKII.

Sambutan yang mewakili Sinode GKY disampaikan Pdt. Bambang Nugroho dengan suatu pesan, ”Strategi yang paling tepat dalam menyejahterakan masyarakat adalah melalui pelayanan di desa.”  Bapak Tjiandra Widjaja Wong juga menyampaikan sambutannya dan mengingatkan, “ Banyak orang yang diberikan anugerah Tuhan, namun belum tentu semua akan menerima anugerah
itu, hanya mereka yang memutuskan ikut, itulah mereka yang menerima anugerah Tuhan.” Bapak Handi Widjaja dalam sambutannya merindukan, “Bahwa program MILITAN PPMT Mintin ada saat ini,  telah melalui  proses, pergumulan dan doa yang panjang sejak 2009. Dan akhirnya kita percaya Tuhan yang pimpin, maka semua peserta akan 100% menyelesaikan pelatihan selama 40 hari dan terlebih dapat sungguh-sungguh memuliakan Tuhan.” Pdt. Aprilianto Rumbun (Penyelenggara Kristen Kabupaten Pulang Pisau) dalam sambutannya menyambut baik pelatihan yang diselenggarakan program MILITAN ini dan berharap, ”Agar program ini dapat menyejahterakan masyarakat setempat dan seluruh peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh selama 40 hari dan dapat membagikan kepada orang lain di tempatnya.” Dan terakhir sambutan disampaikan oleh Bapak Rusmagau (Kepala Desa Mintin) mengatakan, “Desa Mintin dapat lebih maju, lebih sejahtera dan lebih dapat bersaing dengan desa lain dengan kegiatan dan pelatihan yang diberikan melalui program MILITAN PPMT Mintin ini.”

Tanpa terasa waktu, acara demi acara berjalan dengan lancar dan hikmat. Semua tamu undangan dan peserta mendapat berkat firman Tuhan yang berlimpah. Acara diakhiri dengan tarian Dayak yang memukau dan ditutup dengan santap siang bersama.

 

(Liputan Khusus oleh Tim Nafiri - Buletin NAFIRI ed. Juni 2016 - Kevin Kowinto)

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

2016: Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M) • 2017: Gereja yang Menjadi dan Menjadikan Murid • 2018: Diperlengkapi sebagai Murid Kristus

Acara Gerejawi